#2
Hater(s)
Halo sobat, kali ini saya kembali ingin menumpahkan isi kepala saya kedalam blog yang tidak jelas ini. Dan hari ini saya ingin membahas tentang hater atau hater(s) jika kalian punya banyak hehehe. Posisi saya disini bukan sebagai seorang yang punya banyak hater, yah, siapa juga yang mau nge- hate seorang anak kuliahan- sok tahu- seperti gue. Jadi, posisi gue disini sebagai seorang pengamat dari sebuah fenomena sosial dimana para artis dunia maya, dan mungkin sebagian dari kalian juga alami, yaitu di serang oleh hate comment di salah satu atau bahkan semua postingan kalian di sosial media.
Namun, sebelum membaca, sekali lagi gue ingatkan kalo gue bukanlah seorang penulis handal yang akan membuat anda semakin cerdas setelah membaca tulisan ini. Namun saya hanyalah seorang manusia yang kepalanya dipenuhi bacotan dan ingin di salurkan melalui media ini. Jadi jika anda mengharapkan didalam tulisan ini akan ada ilmu yang bermanfaat, silahkan close halaman ini sekarang juga hehehe. Oke, mari kita mulai.
1. Hate Speech dan Freedom of Speech
Pertama- tama gue pengen membahas seputar Hate Speech dan Freedom of Speech. Banyak yang menganggap bahwa Hate Speech merupakan bentuk dari Freedom of Speech, sehingga saat dilarang untuk melakukan hate speech, dia akan berasalan bahwa itu adalah kebebasan dia dalam berpendapat, baik itu melukai perasaan seseorang maupun tidak. Yap, Saya setuju akan hal itu, Hate Speech juga merupakan salah satu bentuk Freedom of Speech yang bebas untuk dikeluarkan oleh siapa saja yang mau. Tidak ada batasan untuk sebuah hate speech, misalnya untuk mengkritik karya seseorang maka kita juga harus membuat karya, itu benar- benar sebuah omong kosong yang tidak masuk di akal. Apakah ketika Anda menyatakan tidak suka dengan pelayanan disebuah Restauran, apakah Anda harus membuat Restauran terlebih dahulu? Atau ketika anda menyatakan tidak suka dengan teman anda yang gemar mengolok- olok Anda, itu artinya aAnda tidak suka dengan anak dari seseorang kan? Apakah itu artinya anda harus membuat seorang anak juga? tentu tidak, setiap orang bebas menyampaikan apa yang dia rasakan terhadap sesuatu, tak peduli itu melukai perasaan seseorang atau tidak. Saya sudah baca beberapa buku tentang budaya di negara Rusia yang sangat bertolak belakang dengan budaya di Indonesia ini.
Di Indonesia ini bahkan untuk mendapat orang yang berani jujur pun sangat sulit, hal ini karena adanya budaya "munafik" di kehidupan kita sehari- hari. Saat pacar Anda bertanya apakah dia terlihat cantik dan menurut anda dia terlihat tidak cantik, untuk menjaga perasaan nya Anda melontarkan kata- kata manis seperti " wah, kamu terlihat begitu cantik". Hanya untuk menjaga perasaan orang lain anda rela menjadi seorang pembohong, huh, sungguh mental dan budaya yang lemah. Rusia mempunyai budaya yang bertolak belakang dengan kita, disana saat seseorang tidak suka terhadap sesuatu maka akan dikatakan dengan tegas tanpa peduli dengan perasaan lawan bicara nya. Hal ini membuat angka korupsi di Rusia tertekan dengan angka yang sangat rendah dibanding dengan Negara kita ini yang mengusung budaya "tidak enakan". So, selalu lah bersikap jujur terhadap apa yang anda rasakan.
2. Hater(s) adalah Fans Sejati
Entah siapa yang membuat pernyataan yang menggelikan ini. Sekali lagi, sungguh sebuah pernyataan omong kosong yang tidak logis. Jika Anda mengimplementasi ideologi ini dalam kehidupan Anda sehari- hari maka anda akan hancur oleh ketidak- sadaran anda terhadap kesalahan sendiri dan akan menjadi "orang buta yang berjalan sambil menutup telinga". Anda tidak akan pernah menyadari kesalahan Anda, karena ketika Anda diserang oleh komentar negatif, Anda akan langsung menganggap bahwa dia adalah fans sejati Anda dan hanya iri terhadap kehidupan Anda. Jika seperti itu, siapa lagi yang bisa menyadarkan kalian? teman kalian yang selalu menjaga perasaan kalian dengan memberi jawaban sesuai yang kalian inginkan dari pertanyaan- pertanyaan kalian? Ketika Anda menganggap bahwa orang yang benci terhadap Anda adalah orang yang sejatinya suka terhadap Anda, maka Anda sungguh sudah sesat.
Tidakkah anda sadar, bahwa mungkin sesuatu salah dari diri anda, dan mungkin teman tongkrongan kalian tidak berani mengatakan nya dihadapan kalian secara langsung karena takut anda tersinggung dan marah. Saat Anda diserang dengan orang- orang yang membenci Anda, serap kritik- kritik pedas itu dan jadikan acuan untuk menilai diri Anda, meninjau kembali tapak hidup Anda, sejauh mana Anda telah melangkah, apa saja yang Anda tinggalkan dibelakang bisa saja berdampak pada kehidupan orang lain sehingga dia membenci Anda. Memang, tidak akan pernah ada masa dimana kita bisa membuat semua orang menilai apa yang kita perbuat sama dengan penilian kita, namun sungguh salah jika yang Anda lakukan hanya terus mengabaikan apa yang "pembenci" Anda koar- koarkan.
~
Oke, mungkin sekian dulu lah isi kepala Saya pada hari ini. Bagi kalian yang punya kritik, saran, atau mungkin benci pada Saya, silahkan buat akun fake dan luapkan kebencian kalian di kolom komentar dibawah agar Saya tidak tahu siapa Anda. Dan jika Anda teman saya yang benci kepada saya namun tidak berani mengatakan secara langsung silahkan buat akun fake dan luapkan semuanya di kolom komentar agar Saya bisa tahu jika selama ini Saya pernah melukai hati Anda. Sekian dan Terimakasih.
Ramai-ramainya haters 😂
BalasHapus