#1

Deprsi dan Sakit Hati


Sebelum anda membaca tulisan saya ini, saya ingin berpesan dan sekaligus mengingatkan kalau saya bukan siapa- siapa. Saya hanya seorang laki- laki yang juga pernah mengalami sakit hati dan ingin berbagi perasaan saya ke anda yang membaca ini. Kenapa saya membagikan perasaan saya kepada orang lain? Apa untuk di kasihani? Tentu saja bukan, saya bukan tipikal orang lemah yang mengemis kasihan dari orang lain. Nah, saya membagikan tulisan ini untuk sobat ku diluar sana yang mungkin pernah mengalami hal yang sama dengan yang saya alami dan merasa bahwa hanya dia satu- satunya yang pernah merasakan pengalaman pahit yang disebut degan sakit hati ini. Dan saya berharap agar sobat sekalian berkenan untuk mengisi kolom komentar walau hanya dengan caci makian yang menunjukkan kesalahan saya. Ya, saya masih belajar dan perlu teguran serta caci makian sobat sekalian selaku pembaca, silahkan di caci maki jika anda ingin dan mungkin geram dengan kata kata saya di bawah, huehehehe.

A. Pernah Depresi? Menangis lah~

Halo sobat, pernahkah kalian merasakan sakit hati sampai depresi yang amat dalam dan membuat kalian berfikir ingin menghilang sertaberharap semua ini hanyalah mimpi? Apa kalian pernah merasa dianggap spesial oleh seseorang yang juga kalian anggap spesial namun suatu saat membuat kalian seperti tidak berharga sama sekali? Apakah kalian pernah merasa "mengemis cinta pada orang yang kalian sayangi?" Jika tidak, berarti hanya saya seorang yang mengalami nya yah huehehehe. Tapi kalau ada yang seperti saya, selamat, anda tidak sendiri sob.

Ketahuilah sobat, depresi itu kerap dialami oleh seorang remaja yang baru beranjak menuju kedawasaan nya. Apakah sakit hati dan depresi saat putus cintaitu tidak wajar? Apakah menangisi rasa sakit itu merupakan hal yang lebay? Tentu saja tidak sobat, mengalami stress dan depresi saat ditinggalkan oleh orang yang kalian anggap berharga memang sakit dan kadang sampai membebani fikiran. Apalagi jika awalnya hubungan kalian adem- adem saja dan seketika rusak karena suatu hal kecil yang dimana keegoisan satu pihak tidak bisa mentolerir nya. 


Sobat, menangis itu bukanlah hal yang lebay, jika kalian ingin menangis, menangis lah. Tak peduli kalian seorang cowok ataupun cewek, jika hal itu memang membuat anda sakit hati menangis lah. Karena sobat, orang yang kuat bukanlah orang yang bisa menahan tangis nya ketika sakit hati, tapi orang yang kuat adalah orang yang berani jujur pada perasaan nya dan mengakui rasa sakitnya sendiri. Menangislah, teriak sekencang yang kau bisa, ekspresikan semua yang ingin kau enkspresikan selama hal itu tidak merugikan orang di sekitar mu. Menangis adalah suatu bentuk pengakuan diri terhadap batasan kesedihan yang mampu ia tampung. Menangis adalah hak setiap orang, menangis adalah kebutuhan setiap orang, menangislah dan percayalah bahwa menangis akan membuat mu merasa lebih lega karena telah berani mengakui bahwa dirimu sedang merasakan sakit yang amat. Percayalah, menangis merupakan langkah awal untuk segera keluar dari zona tak nyaman ini. Pengakuan adalah awal dari penyelesaian masalah.



B. Cowok Ditinggalin? Lemah?

Sobat, apakah kalian pernah melihat seorang cowok yang ditinggal selingkuh atau dicampakkan dan bahkan ditinggalkan oleh pacarnya? (dalam kasus ini yang saya maksud hubungan normal, bukan LGBT) atau malah kalian sendiri yang mengalami nya? Jika anda pernah mengalami nya, ya, saya juga pernah mengalami hal yang pahit itu. Sungguh pahit dan memalukan ketika seorang cowok ditinggal oleh pasangannya, serasa tak berguna dan lemah karena tidak bisa mempertahankan hubungan. 

Nah, saya juga merasakan rasa sakit itu, namun apakah saya malu? Tentu saja tidak, saya ditinggalkan oleh pasangan saya beberapa bulan lalu, tepatnya pada akhir tahun karena kesalahan pribadi saya yang terlalu posesif padanya. Namun, apakah posesif yang saya lakukan itu hanya berlandaskan rasa ego? Saya rasa tidak. Posesif oleh KBBI di artikan sebagai rasa memiliki terhadap sesuatu atau rasa cemburu yang besar. Nah, saya rasa, saya adalah yang mempunyai rasa cemburu yang besar. Saya tidak pernah merasa memiliki nya, dia hanya milik sang pencipta kami. Terlabih lagi hal yang dia anggap posesif adalah karena saya nge-chat dia tiap hari demi dapat kabar darinya, yah karena saya orang yang sangat khawatiran, namun saya tak pernah menuntut kalau chat itu harus dibalas sesegera mungkin, saya selalu memaklumi jika dia tidak sempat bahkan untuk membacanya. Namun, hal itu dia anggap posesif. 


Apa point dari pengalaman saya barusan? Yang berusaha saya katakan walau dengan bahasa dan pola kalimat yang tidak beraturan barusan adalah "Cowok yang ditinggalkan oleh pasangannya tidak selamanya cowok lemah yang gagal membina suatu hubungan. Namun terkadang rasa sayang nya yang terlalu besar lah yang menjebloskan nya sendiri ke keadaan dimana dia harus merelakan sang kekasih pergi." Tidak semua orang bisa menilai sebuah rasa sama persis dengan penilaian kita, sudut pandang setiap orang itu berbeda sob. Jadi jangan pernah malu, bangga lah saat anda ditinggal dan disakiti itu artinya anda merupakan orang setia yang memegang komitmen nya hingga hubungan berakhir.




Demikian lah sobat, sedikit hal yang bisa saya bagikan menurut pengalaman saya, jangan pernah takut untuk sakit hati, terima rasa sakit itu dan akui bahwa anda memang pantas mendapatkan nya. Jadikan rasa sakit itu senjata untuk memulai perang yang sebenarnya terhadap pencarian jati diri Anda. Terima kasih sudah mau membaca tulisan yang amatir ini, maaf jika kata- kata saya tidak memenuhi ekspektasi kalian huehehe. Karena sungguh, saya bukan seorang sastrawan yang mampu bermain dengan diksi, saya hanyalah seorang remaja labil yang punya segudang mimpi serta harapan dan ingin saya tuangkan kedalam blog ini. Sekali lagi terima kasih~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siti Nursilmi Isnaeni Effendy

Last Vegas, Cerita Fiksi yang Membawa Kita Menuju Kota Fantasi yang Fantastis

Bumi Manusia