Siti Nursilmi Isnaeni Effendy

Siti Nursilmi Isnaeni Effendy. Dialah wanita cantikku, orang yang sudah beberapa lama ini mendampingi hari-hariku. Suka maupun duka, dia selalu hadir membawa cinta. Cintanya hangat, kasih sayang nya membuat nyaman, paras cantiknya membawa kesejukan, serta sikap ceria dan energik nya membuatku selalu berfikir untuk harus hidup lebih panjang agar terus bisa didampingi olehnya.

Dia wanitaku yang terkadang susah mempercayai orang lain. Mungkin jika dia membaca ini, dia akan berfikir bahwa ini hanyalah salah satu dari kata kata gombalan dan bullshit ku. Namun percayalah sayang, semua ini adalah suara dari hati yang tak bisa ku rangkai menjadi kata kata untuk diucapkan di lisan.

Dia wanitaku yang memiliki luka masalalu. Datang padaku masih dengan lukanya, akupun pernah berjanji akan jadi obat baginya. Apakah sekarang sudah terlaksana? Apakah hari-hari ku bersamanya cukup untuk meyembuhkan lukanya? Andai saja aku tahu jawabannya. Hanya hati kecil wanitaku yang bisa manjawab pertanyaan itu.

Dia wanitaku, bukan sosok yang sempurna. Dia banyak kekurangannya, tapi itu hanya di mata nya sendiri. Sayangnya, mata kami tidak pernah sepakat. Di mataku dia sosok orang yang tak ada satupun cacatnya. Kadang aku merasa sedih jika dirinya dianggap rendah oleh fikirannya sendiri. Sangat ingin membuktikan bahwa semua yang dia fikirkan tentang dirinya itu salah, namun hanya waktu yang bisa membuat dia berdamai dengan semua itu. Lekas sembuh ya hatinya sayangku.

Dia wanitaku yang memiliki senyum yang indah. Pertama kali melihat senyumnya aku telah berjanji pada diriku sendiri akan selalu melukiskan senyum itu lagi di bibirnya, akan kupastikan dia menjadi wanita paling bahagia dalam hidupnya.

Dia wanita yang selalu membuatku berdoa kepada Tuhan. Hanya ada 1 permintaan "Tuhan izinkanlah aku hidup bersamanya sampai akhirnya aku tidak hidup lagi, aku sayang padanya dan ingin menyaksikan dunia bersamanya".

Walaupun dia bukan cinta pertamaku, namun saat ini cintaku adalah dia. Hatinya selalu tak percaya, kenapa aku bisa memilihnya. Aku juga bingung, sudah berulangkali memikirkan hal sesederhana itu. Tapi ternyata cinta terlalu mewah untuk sekedar menjawab pertanyaan sederhana seperti itu.

Siti Nursilmi Isnaeni Effendy. Teriamakasih sayangku untuk selalu menjadi mentari ku yang menghangatkan hati. Terimakasih telah mau mendampingi laki laki yang banyak kurangnya ini. Aku sayang kamu sil. Aku janji kepada Tuhan akan selalu mempertahankan senyuman bahagia mu karena kamu pantas untuk dibahagiakan. Semoga Tuhan menegurku jika seuatu saat aku membuat senyum mu sebagai ciptaan terindahnya menjadi jarang lagi terlihat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Last Vegas, Cerita Fiksi yang Membawa Kita Menuju Kota Fantasi yang Fantastis

Bumi Manusia